Workshop social protectionNewsBalikpapan –

Aliansi Jurnalis Independen bersama Pemerintah Australia menggelar workshop pentingnya sosial proteksi bagi masyarakat miskin. Agenda social proteksi ini diikuti sebanyak 20 jurnalis perwakilan anggota AJI se Indonesia dilaksanakan di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (30/5).

“Kami mengudang teman teman jurnalis agar semakin paham pentingnya social proteksi bagi masyarakat,” kata Eko Maryadi, perwakilan AJI Indonesia.

Eko mengatakan pelaksanaan acara ini mampu membuka wawasan soal kondisi perekonomian masyarakat miskin. Ini menjawab pertanyaan apakah perlindungan social mampu menanggulangi permasalahan kemiskinan saat ini.

Social Protection Spesialist Social Protection Hub DFAT, Fazley Elahi Mahmud mengatakan jurnalis adalah penyambung lidah untuk disampaikan pada masyarakat. Sehubungan itu, dia sengaja mengundang para jurnalis Indonesia agar makin memahami arti kemiskinan sudah terjadi di seluruh dunia.

“Jurnalis adalah penyampai permasalahan pada public,” paparnya.

Fazley menyebutkan workshop ini akan semakin membuka wawasan jurnalis soal kemiskinan dan dampak negatifnya pada masyarakat. Menurutnya para jurnalis bisa menyuarakan permasalahan ini agar menjadi perhatian penting bagi pemangku kebijakan negara.

Kemiskinan menjadi tanggung jawab dalam pengentasan kemiskinan seluruh dunia. Masyarakat miskin membutuhkan bantuan pihak lain agar warga miskin bisa keluar dari jebakan kemiskinan.

“Saat warga miskin tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya yakni pendidikan, kesehatan dan lain lain. Otomatis kemiskinan akan diwariskan pada anak ini di masa mendatang,” paparnya.

Fazley mengatakan social proteksi bisa mengurangi berbagai permasalahan kemiskinan masyarakat. Sosial proteksi di beberapa Negara terbukti mampu mengurangi permasalahan social dihadapi masyarakat miskin.

“Permasalahan warga miskin saat mereka terpapar goncangan sehingga terperosok makin dalam masalah social. Saat ada bantuan social membuat mereka mampu bertahan meskin ada goncangan social,” ujarnya.