Karena itu, Balikpapan sebagai  pintu masuk  Kaltim yang kini sudah menjadi wilayah peredaran narkotika internasional, BNK Balikpapan kata Resna  meminta BNN untuk meningkatkan kordinasi tingkat negara agar lebih dilakukan pengetatan lagi. “ Jangan sampai kecolongan lagi dengan mudah barang itu lolos dari negara tetangga kemudian masuk ke Indonesia,” terangnya.

Berdasarkan data BNK Balikpapan per Januari hingga Mei 2012 ini, terdapat 41 kasus narkoba dengan 56 tersangka. “ Semua kasus narkoba diproses hukum, termasuk kasus Lin ting-ting pemilik sabu 175 gram saat ini tengah proses vonis. Ditambah lagi kasus heroin 5,2 kilogram,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu, BNK Balikpapan bersama pihak terkait termasuk masyarakat akan melakukan kampanye Hari Anti Narkoba Internasional pada 26 Juni mendatang. Senagai upaya untuk menutup jaringan narkoba di Balikpapan.

“Kegiatan ini sebagai upaya memprotek masyarakat agar tidak menggunakan narkoba. Bagi pengguna diharapkan dapat pulih dan ikut melakukan kampanye. Selain  itu upaya penutupan jaringan yakni dengan melakukan razia dan test urine,” terangnya.

Untuk acara nanti jelas Resna selain digelar upacara peringatan untuk peningkatan komitmen masyarakat juga sebagai wujud penolakan narkoba. Acara nanti juga akan dilakukan pembakaran barang bukti seperti miras, ganja, double L, sabu-sabu, termasuk heroin.

”Barang bukti yang dibakar ini antara Juni 2011-Mei 2012 yang kasusnya sudah memiliki kekuatan hukum,” katanya.

Selanjutnya peringatan Hari Anti Narkoba Internasional juga akan dirangkai dengan konvoi keliling kota dari pecinta motor, sepeda ontel dengan menyalakan lampu kendaraan bermotor.

“Akan diikuti 200-400 kendaraan.Light on ini untuk beri pencerahan kepada masyarakat bahwa narkoba dapat member hidup kita jadi gelap,” tandasnya.

Sedangkan program yang sudah berjalan  terkait dengan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional  yakni BNK kota juga telah memilih Duta Anti Narkoba pada 12-13 Mei 2012 kemarin