Aburizal BakrieNewsBalikpapan –

Ketua Umum Golkar versi Bali, Aburizal Bakrie yang secara langsung menghubungi Kapolda Kaltim, Inspektur Jenderal Safaruddin dalam pengamanan Musda Golkar Kaltim.  Ini yang jadi alasan kenapa polisi memberlakukan pengamanan extra ketat bahkan cenderung berlebihan dalam pelaksanaan Musda IX Partai Golkar Kalimantan Timur di Hotel Gran Senyiur Balikpapan .

“Saya yang meminta Kapolda Kaltim dalam pengamanan Musda IX Golkar Kaltim,” kata Aburizal dalam sambutannya, Sabtu (11/3).

Aburizal mengaku ingin Musda Kaltim ini berlangsung damai dalam memilih susunan pengurus baru dalam struktur DPD Golkar Kaltim. Dia mengacu proses politik Musda Golkar seluruh Indonesia lainnya yang akhirnya ditentukan secara musyawarah mufakat dalam penentuan susunan pengurus baru selanjutnya.

“Kalau bisa sistim voting menjadi opsi terakhir dan tidak dilakukan,” ujarnya.

Ketatnya pengamanan polisi, kata Aburizal guna menjamin terselenggaranya Musda Golkar Kaltim sesuai mekanisme partai. Dia enggan nama Partai Golkar disebut partai pembuat gaduh setelah gagal dalam pengamanan pelaksanaan Musda Golkar Kaltim.

“Kita sudah ribut setahun ini di internal Golkar, jangan sampai nanti kembali dapat julukan tukang ribut terus. Bahkan kalau di Balikpapan tidak bisa, akan saya pindahkan saja Musda Kaltim ke Jakarta saja, biar aman,” ujarnya.

Sebelum terbang kembali ke Jakarta malam itu juga, Aburizal menyempatkan diri menemui Irjen Safaruddin yang sedang berada di lobi Hotel Gran Senyiur. Jenderal bintang dua ini terlihat mengantarkan Aburizal hingga memasuki mobil yang membawanya ke Bandara Sepinggan Balikpapan.

Pengamanan Musda Golkar Kaltim terbilang super ketat seperti halnya pengamanan presiden dan wakil presiden. Sebanyak 1.400 personil polisi memberlakukan pengamanan berlapis bagi setiap orang yang memasuki peserta yang menghadiri Musda Golkar Kaltim ini.

Polisi menetapkan tiga ring pengamanan guna menyortir kedatangan para tamu sejak sudah berada di lingkungan hotel. Pasukan keamanan bersenjata laras panjang dilengkapi dua lokasi metal detector hingga mobil bararuda memeriksa seluruh tamu dan menolak bagi mereka yang tidak memiliki tanda pengenal khusus Musda Golkar Kaltim.

Ketatnya pengamanan berhasil menyita sebanyak 12 senjata tajam berupa parang, celurit dan badik milik peserta Musda Golkar Kaltim. Polisi hanya mengamankan barang bukti senjata tajam ini serta melepaskan para pemiliknya.

Ketua Plt DPD Golkar Kaltim, Mahyuddin mengatakan ketatnya pengamanan ini disebabkan tingginya tensi pemilihan yang diikuti dua kandidat kuat yakni Rita Widyasari (Bupati Kutai Kartanegara) dan Said Amin (Ketua PP) Kaltim. Dia mengaku mendengar informasi pengerahan ribuan massa yang berniat mengganggu prosesi Musda Golkar Kaltim ini.

“Keduanya orang hebat sehingga maklum bila pendukungnya banyak,” paparnya.

Mahyuddi menilai kedua tokoh ini layak memimpin Golkar Kaltim pada masa periode selanjutnya. Menurutnya pemilihan nanti mempertemukan dua tokoh senior maupun junior dalam tubuh Golkar Kaltim.

“Keduanya bagi saya seperti kakak dan adik yang menjadi tokoh Golkar Kaltim,” ujarnya.

Sehubungan itu, Mahyuddin meminta agar masing masing pihak mampu menahan diri dalam menjaga pelaksanaan Musda Golkar Kaltim. Dia hanya menghimbau agar prosesi pemilihan bisa dilakukan lewat proses musyawarah mufakat.

“Kalau bisa pemilihannya musyawarah mufakat, ditentukan saja yang terbaik,” tuturnya.

Masing masing kandidat tidak banyak komentar soal keikutsertannya mengikuti pemilihan Ketua DPD Golkar Kaltim ini. Rita Widyasari hanya merasa terpanggil untuk membesarkan Golkar seperti halnya ayahnya, Syaukani HR yang memimpin partai kuning Kaltim pada masa lalu.

Adapun Said Amin tidak memberikan komentar pada media massa Balikpapan soal pencalonannya ini. Pimpinan ormas politik serta pengusaha batu bara ini hanya berlalu tanpa menghiraukan pertanyaan wartawan.

Pencarian Populer:

said amin vs rita widyasari