Panen raya di BalikpapanNewsBalikpapan –

Seluas 400 hektare lahan sawah di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur terancam gagal panen menyusul kemarau panjang tahun ini. Setidaknya lima bulan ini memang belum ada hujan di seluruh kota/kabupaten Kalimantan Timur.

“Kemarau panjang di Kukar berdampak kekeringan sawahnya,” kata Komandan Distrik Militer 0906 Tenggarong Kutai Kartanegara, Letnan Kolonel Ari Pramana Sakti, Senin (28/9).

Ari mengatakan Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi salah satu produsen beras untuk wilayah Kalimantan Timur. Kabupaten terkaya ini memiliki lahan sawah seluas 20.991 hektare tersebar di wilayahnya.

“Produksinya menurun hingga 20 persen dari total sawah yang ada saat ini,” paparnya.

Kukar sudah melakukan penanaman area persawahan seluas 19 ribu hektare dari target pencapaian seluas 20.991 hektare.  Sawah sawah ini mengandalkan pasokan air hujan dan kemarau panjang berdampak negative terhadap kelangsungannya.

Sehubungan itu, Ari membeberkan Kabupaten Kukar berencana membuat hujan buatan untuk mengairi area persawahannya. Pemerintah daerah akan meminta swasta membantu pembiayaan rencana hujan buatan ini.

“Hari ini ada pembahasan dan sosialisasi pelaksanaan hujan buatan ini,” paparnya.

Ari menambahkan Kukar akan membuat embung khususnya di daerah-daerah yang mengalami kekeringan paling parah. Karenanya, setiap kecamatan telah di instruksikan menentukan titik-titik dimasing-masing desa untuk mendirikan embung, sebagai antispasi dampak dari kekeringan.

Pembuatan embung tersebut, rencananya akan melibatkan aparat TNI, Polisi maupun SKPD terkait dan masyarakat sekitar.