KaltimBalikpapan –

Sebanyak 200 titik kerusakan jalan nasional sepanjang 315 kilometer menghubungkan kota Samarinda – Kutai Barat Kalimantan Timur. Kerusakan jalan sepanjang 50 kilometer berupa lubang lubang berdiameter 1 meter dengan kedalaman 30 centimeter.

“Ada 200 titik jalan yang rusak, panjangnya sekitar 50 kilometer,” kata Bupati Kutai Barat Ismal Thomas, Senin (1/4).

Ismail mengatakan titik pusat kerusakan terdapat antara Pasar Siwo – Kampung Payang Kecamatan Muara Lawa Kutai Barat. Hampir semua badan jalan berlubang yang sangat dalam. “Itu panjangnya ada sekitar 6 kilometer, kendaraan yang melintas pasti tersangkut,bisa rusak,” sebutnya.

Menurut Ismail, jalan tersebut merupakan tanggungjawab Pemerintah Pusat untuk mengerjakkannya. Pihaknya kata Thomas, sebatas melaporkan dan menghimbau agar segera diperbaiki. “Karena bukan wewenang kami, itu jalan nasional,” terangnya.

Akibat kerusakkannya yang parah, menyebabkan jarak tempuh yang sebelumnya dari Kota Samarinda menuju Sendawar hanya 6 jam, kini mencapai 10 jam. “Kondisi jalan yang rusak parah itu sudah dua tahun lamanya,” imbuhnya.

Salah satu penyebab rusaknya jalan itu, karena truck-truck besar yang mengangkut alat berat untuk tambang yang selalu melintas di jalan itu.

“Makanya saya menghimbau, kepada perusahaan-perusahaan yang membawa alat berat, itu yang menjadi salah satu factor kenapa jalan tersebut cepat rusak,” ucapnya.

Harusnya kata dia, truck-truck besar perusahaan yang membawa alat berat untuk tambang itu, tidak melintasi jalan tersebut. “Seingat saya untuk mengangkut tronton dan sebagainya itu, sebenarnya perusahaan-perusahaan itu cukup lewat sungai dulu, bawaru dibawa lewat darat,” bebernya.

Masyarakat Kubar juga mengeluhkan kondisi jalan yang kerusakkan parahitu. Karena  kata Thomas, jalan tersebut, merupakan satu-satunya jalan yang digunakan masyarakat menuju Samarinda untuk membeli kebutuhan.