Rizal EffendyBalikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur menetapkan SMAN 9 sebagai sarana sekolah berbasis kebun raya.  Ini ditandai dengan pencanangan botanical garden school dan moU komitmen hijau dengan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor – LIPI.

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor  LIPI Mustaid Siregar mengatakan, konsep sekolah ini akan menjadi sangat fundamental dan strategis bagi perkembangan pendidikan di Indonesia, dan akan sangat  strategis lagi apabila konsep ini dibangun di seluruh sekolah Indonesia  yang memiliki Kebun Raya Daerah.

“SMA Negeri 9 Balikapan menjadi pelopor dalam gerakan ini,” katanya, Senin (31/12).

Karenanya kata Mustaid, pihak mendukung sehingga konsep sekolah ini menjadi sangat  strategis bagi perkembangan konservasi di Indonesia umumnya dan di  Kalimantan Timur (Kaltim) Khususnya. Kebun Raya Bogor – LIPI menyatakan akan memberikan dukungan penuh terhadap model sekolah ini.

“Sekolah ini bisa menjadi pilot project bagi model sekolah berbasis kebun raya,” terangnya.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengaku bersyukur karena SMA Negeri 9 kini menjad salah satu sekolah unggulan di Indonesia setelah kini menjadi sekolah berbasis kebun raya di Indonesia. Karena itu kata Rizal siswa-siswa lulusan SMA Negeri 9 harus memiliki wawasan yang lebih mengenai lingkungan.

“Apalagi karena mereka berada di sekitar Hutan Lindung  Sungai Wain dan DAS Manggar, berkolaborasilah dengan Kebun Raya dan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) serta DAS Manggar karena sumberdaya dan tempat belajar berada di  kedua daerah tersebut,” ucapnya.

Di lain pihak Purwanto, Direktur Badan Pengelola HLSW dan DAS Manggar mengatakan, bahwa keberadaan SMAN 9 ini sangat penting bagi pengelolaan HLSW dan DAS Manggar ke depan, karena sebagian besar anak-anak yang mengenyam pendidikan di sini adalah anak-anak yang bekerja dilahan HLSW dan DAS Manggar, kedepannya mereka akan ikut menjaga kedua hutan ini.

Purwanto, mengungkapkan ada 4 hal program yang perlu dibentuk untuk menunjang keberadaan Botanical Garden School ini, yakni menjadikan guru memiliki keahlian dibidang botanical garden, kurikulum yang diintegrasikan dengan materi Kebun raya.

“Siswa – siswi memiliki keahlian khusus dibidang perkebun rayaan, dan dukungan terhadap sarana dan prasarana infrasturktur kebun raya seperti kompos, rumah paranet,  rumah kaca, leboratorium kultur jaringan, dan yang lebih penting adalah  penyusunan masterplan Botanical Garden School,” tuturnya.

Kepala SMA Negeri  9, Wahyudi mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan Botanical Garden school ini perlu didukung oleh berbagai pihak, karena selain sekolah memiliki kewajiban untuk meningkatkan nilai akademik juga menciptakan lulusan-lusan yang memiliki keahlian khusus.

“Untuk  itu perlu dukungan semua pihak untuk mewujudkannya, tidak bisa hanya kami, kita berharap bukan hanya SMA Negeri 9 Balikpapan saja, sekolah-sekolah lain di Kaltim juga bisa, termasuk di Indonesia,” pungkasnya.